Rode Koagouw Mengaku Dapat Firasat Buruk

“Semua Manusia Pasti Meninggal,

Tapi Caranya Saya Belum Bisa Terima”

Mata Rode Koagouw (38) sembab. Sepanjang hari dia terus meratap di depan jenazah kedua orang tuanya Frans Koagouw (64) dan Femmy Kumendong (72), pasangan pelayan GPdI Petra Malalayang II yang dibunuh secara sadis Sabtu (25/4) akhir pekan lalu.

PERISTIWA memilukan itu sungguh di luar sangkaan siapa saja, apalagi Rode selaku putri korban. Walau begitu, Rode yang juga seorang pelayan Pantekosta, mengaku sepekan sebelum kejadian dia sudah mendapat firasat buruk. Apa yang dirasakannya itu didapat lewat mimpi yang berkaitan dengan busana pengantin.

”Dalam mimpi itu, saya diminta suami pakai baju pengantin karena kami akan menghadiri undangan pernikahan. Semula saya tidak mau, tapi suami saya terus meminta dan akhirnya saya pakai juga,” tutur Rode pada Cahya Siang, Minggu (26/4), kemarin.

Meski bersedia mengenakan gaun pengantin berwarna putih, Rode batal menghadiri acara pernikahan tersebut. “Bajunya sudah saya pakai, tapi tidak ada yang bisa make up. Jadi saya tidak mau ikut ke pesta itu,” ujar Rode, seraya bilang percaya tidak percaya tapi apa yang dilihat di alam tidur itu dirasakannya sebagai pratanda buruk.

Ada peristiwa lain yang membuatnya bergidik. Itu terjadi  2 hari sebelum peristiwa, Kamis (23/4). Rode kembali mengisahkan, saat itu dia dan suami melakukan pelayanan di GPDI Hosana Bitung, berangkat menuju Bitung hendak mengikuti kebaktian. Tapi mereka harus kembali ke Manado karena mobil selalu mogok dalam perjalanan diakibatkan temperatur kendaraan yang tidak stabil. “Anehnya, saat pulang ke Manado tak pernah mogok dan temperatur dalam keadaan baik,” Ujar Rode penuh rasa tidak percaya.

Kejadian itu, lanjutnya, seperti tanda agar ia tak meninggalkan ayah dan ibunya di rumah. Tapi dengan alasan tugas pelayanannya, Rode bersama suaminya kembali ke Bitung, Jumat, usai mengantar ayahnya ke Restoran Bandar sekitar pukul 17.00 WITA.

Karena tak pernah meninggalkan ayahnya sendirian saat pelayanan, Rode menitipkan sang ayah pada rekan sesama pelayan. Sedangkan sang ibu ditemani beberapa cucunya di rumah. “Sesudah pertemuan para Pendeta, Papi pulang rumah,” katanya.

Rode yang harusnya kembali ke Manado usai kebaktian di Bitung, memilih bermalam karena ditahan sejumlah jemaat. “Rencananya Sabtu (25/4) pagi, akan kembali ke Manado. Tapi, sekitar pukul 07.30 saya ditelepon. Katanya, Papi dibunuh orang,” ujarnya sambil menghapus air matanya dengan sapu tangan.

Rode mengaku sangat terpukul atas peristiwa itu. “Semua manusia pasti meninggal dan itu kuasa Tuhan. Tapi caranya yang saya belum bisa terima. Saya hanya bisa bersyukur karena Tuhan memberi saya kesempatan mengurus Mami dan Papi selama sakit,” pungkasnya.

Cucu kedua korban, Putra Marsel Paseki, juga terpukul dengan peristiwa yang menimpa opa, omanya. Rasanya tak percaya, pasangan yang sudah mengasuhnya dengan penuh kasih sayang sejak kecil, harus kehilangan nyawa dengan cara direngut paksa.

Pada Cahya Siang, pemuda yang menemukan jenazah pasangan tersebut mengaku sering tidur dalam gereja. Dia menemukan jenazah saat masuk ke pastori untuk benah-benah. ”Pintu depan dan jendela terbuka tapi tak terdengar suara, saat masuk saya panik karena melihat darah,” akunya.

Sejurus kemudian, diapun memanggil tetangga untuk melihat langsung apa yang terjadi di rumahnya. Saat datang kedua kali, barulah diketahui bahwa opanya Frans sudah tergeletak tak bernyawa. ”Tapi oma ada di tempat tidur, masih hidup, masih bernapas, langsung dibawa ke rumah sakit dengan mikro,” tuturnya. ”Kita rupa nda percaya opa dengan oma mati bagini, kita harap depe pelaku lakas dapa, kong dapa hukum seberat-beratnya,” imbuh Marsel. (steven/010)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under HUKRIM

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s