“Ma…..mi….Pa….Pi….Kiapa dang jadi Bagini”
MANADO, Cahya Siang (27/4)– Suasana duka cita menghiasi rumah duka Pdt Frans Koagouw dan Femmy Kumendong, korban pembunuhan yang terjadi Sabtu lalu. Kasus pembunuhan yang tergolong sadis itu sempat menggemparkan masyarakat Kota Manado, khususnya Malalayang Dua. Kenapa, dua korban itu mengalami luka potong.

Kedua Korban Ketika di semayamkan
Korban Frans mengalami luka potong dibagian lehernya, sehingga kepalanya nyaris putus. Sedang korban Femmy mengalami beberapa luka potong dibagian wajahnya.
Untuk menyatakan turut bertduka cita dan ingin mengetahui persis kejadian tersebut, para pimpinan gereja, jemaat, kerabat dan masyarakat silih berganti datang melayat. Puluhan karangan bunga turut berduka cita menghiasi halaman rumah dan diluar gedung GPdI yang dijadikan tempat disemayamkan dua korban tersebut.
- Kedua Korban Ketika di semayamkan
Rumah korban (TKP) yang kebetulan berselebelahan dengan gedung GPdI untuk sementara tidak bisa dimasuki oleh siapapun karena telah dipolice line oleh pihak kepolisian.
Kemarin, peribadatan jemaat GPdI dilakukan tiga 3 kali, yaitu pukul 10.00, 14.00 dan 18.00 Wita. Tak henti-hentinya isak tangis keluarga bahkan pimpinan gereja, jemaat dan kerabat korban serta masyarakat yang melayat ketika memandang kedua jenazah yang dibaringkan di depan Altar Gedung GPDI Petra Malalayang, yang berada tepat di samping rumah korban..
Isak tangis anak-anak dan cucu korban terdengar. “Mami Papi, kiapa ngoni dua pe siksa bagini dang. Tuhan kase akang kekuatan pa torang. Ado kasiang….Ma…mi….ma….mi….Ma….mi…..Pa…pi….Pa….pi……Pa……,” teriak Rode, anak perempuan korban dengan histeris Begitu pula dengan dua orang anaknya dan cucunya terus menangis. “Mami…Papi…kyapa dang tu nasib jadi bagini….Oh ..Tuhan…kayapa dang Ma….mi deng Pa…..pi pe siksa bagini……,’ tutur anak Feibe.
Tiga anak perempuan korban terus mencucurkan air matanya di depan jenazah orangtua mereka. Sementara para cucu terus menatap Opa dan Omanya sudah terbujur kaku, sambil mencucurkan air mata
Sementara itu para pelayat, baik kerabat korban, jemaat dan masyarakat setempat simbuk mebahas kasus pembunuhan tersebut. (CS/Steven Walukow)







![Desire.. [Explored] 22.2.12 Desire.. [Explored] 22.2.12](http://static.flickr.com/7194/6921502699_4cb090c84f_t.jpg)
